blog ini merupakan karya sastra yang berisikan kritik sastra, cerpen dan puisi

Wednesday, October 9, 2019

HARAPAN

Dunia rasanya berputar saat aku sadar, bahwa ternyata selama ini aku hanyalah ulat kecil yang melingkar di dalam gulungan daun hijau. Muram dan gelap, tanpa ada yang mengetahuinya.
Harapan ketika suatu saat aku akan berubah menjadi kupu-kupu rasanya seperti berjalan di jalan yang penuh dengan pasir, duri dan batu. Bergelung selalu di dalam selimut daun yang dibuat untuknya sendiri.
Suatu ketika dalam masa penantian akan padang kehidupan yang lebih baik, ternyata hanyalah onggokan pola pikir rumit yang menyesatkan.
Aku tersesat.
Tersesat dalam ruangan yang terlalu terang menyilaukan.
Read More

BIOGRAFI CINTA

Namaku cinta
Lahir ke dunia dari rahim kasih sayang
Ibuku adalah air mata duka dan bahagia
Bapakku adalah pengorbanan dan kesetiaan
Aku ditugaskan
mengubah
kebencian menjadi rindu
Marah menjadi iba
Keji menjadi budi
Bengis menjadi tangis
Dendam menjadi kebijaksanaan
Angkara menjadi baik sangka
Jelata menjadi raja
Penakut menjadi berani
Pemalu menjadi pendahulu
Pecah menjadi bersama
Sempit menjadi lapang
Rumit menjadi gampang
Harap menjadi doa
Sebab menjadi karena
Jauh menjadi dekat
Sauh menjadi bahtera
Air mata menjadi permata
Aku datang tak peduli pada apa dan siapa
Aku menyatukan jemari kepada siapa saja yang kuinginkan
Aku menyatukan dua hati kepada siapapun yang kutemui
Pemburu pada puteri
Guru pada murid
Penulis pada pembaca
Pencerita pada pendengar
Raja pada hamba
Tuan pada sahaya
Pedagang pada pembeli
Bujang pada peri
Pendiam pada peramai
Pintar pada pelajar
Tua pada muda
Kuat pada lemah
Pemberani pada penakut
Atasan pada bawahan
Pemimpin pada karyawan
Mandor pada babu
Aku tak pernah mundur menyatukan mereka
Mewarnai hari mereka
Di setiap tempat
Di setiap saat
Aku hadir
Mengajarkan kelembutan,
kehalusan,
pengertian,
dan kesetiaan
Ada canda
Ada duka
Ada tawa
Ada air mata
Ada bahagia
Ada kecewa
Ada doa
Ada putus asa
Ada pertemuan
Ada perpisahan
Di sini
Read More

DI PULAU INI

Di pulau ini
Pernah bersandar rakit kecil dari bambu
Bawa pelita bagi dunia yang dulu gulita
Tebarkan jala mungkin di hulu ada Tuna terkait di jalinannya
Kini,
Pulau itu telah ramai
Tak hanya pelita, bintang pun menari di atasnya
Tak hanya rakit, ribuan kapal sengaja karam di tepinya
Sang pengayuh kini kembali ke rakitnya
Menghiir dan terus begitu…
Hingga bertemu kembali pulau baru yang gulita
Tuk memberi pelita di dalamnya
Dan bila diminta,
Ia kan kembali ke pulau sebelumnya
Meskipun sudah tak lagi indah
Read More

AKU TERALFA MERAYU SEPIMU

Lama tak kujenguk taman hatimu
Bisikkan senandung menjelang terlelap
Atau menyapa di pagimu
Aku teralfa merayu sepimu
Kuharap hujan dapat tuk gantikan
Malam ini kusantunkan buka mata
Hingga kau terjaga di subuhmu
Ku kan menjadi orang pertama yang menyambutmu
Ketika kau buka mata tuk kali pertama
Read More

SIAPA LAGI

Siapa lagi yang kan kusapa
Bilamana mata ak beradu pandang kembali
Siapa lagi yang kan kubacakan puisi di pagi hari
Bilamana lirihku tak lagi terdengar oleh telinga
Siapa lagi yang kan kusuguhkan teh pengusir lelah
Bila tak ada lagi yang bertandang di hati
Siapa lagi yang kan kuziarahi di waktu senja
Bilamana nisanmu tak kau beri nama
Siapa lagi yang kan kutidurkan
Bilamana tak lagi ada kepala yang hendak rebah ke pangkuan
Siapa lagi
Jika bukan kau…
Read More

AKU INGIN TIDUR SEJANAK

Aku ingin tidur sejenak
Entah berapa lama ku pulas
Melupakan jarum waktu yang berdetak
Tetap menghitung nafas meskipun ku terlelap
Aku ingin dunia mendiami ku sejenak
Hening
Tanpa ada udara yang mengusik
Tetap hangat dari mentari meskipun ku terlelap
Ku butuh waktu tuk berpikir
Entahlah itu sejenak
Tanpa ada gemerisik daun menyapa
Tetap sejuk ketika air turun menyerap meskipun ku terlelap
Jika ku bangun sejenak sesaat
Ingatkah aku akan jarum waktukan terus berdetak
Adakah udara yang kan kembali mengusik
Maukah gemerisik daun datang menyapa
Aku jadi takut mentari enggan bersinar
Atau nafasku yang tlah terlelap
Mungkin air tak kian menyejukkan
Tapi ku tetap ingin tidur sejenak
Entah berapa lama ku pulas
Diiringi dunia mendiamiku sejenak
Read More

KEMANA SAJA

Kemana saja wahai kau jiwa?
sekian lama tak hadir dalam jasad yang mematung ini
kemana saja kau wahai nurani?
begitu lama kau biarkan hati ini berdusta
kemana saja kau wahai raga?
napas ini terus terhenti tanpa kehadiranmu yang menggebu aku hanya memburu
kemana saja,
kemana saja aku selama ini?
kemarin telah berganti hari ini
dan aku tetap seperti ini.
Read More