Selalu puisi-puisi
Entah perempuan atau lelaki
Menggubah dunia menjadi cinta
Menghabisi rindu dalam semalaman cumbu
Bila luka ada
Puisi itu menjadi aku
Merah berganti biru
Parut-parut di kerikil dan batu
Mengeram bisu
Ia di dalam mata
Di dalam hati
Ketika aku menjadi ibu
Kemudian dilahirkan lagi oleh waktu
Menjadi ayah
Memikulnya tanpa lelah
0 comments:
Post a Comment