blog ini merupakan karya sastra yang berisikan kritik sastra, cerpen dan puisi

Tuesday, October 8, 2019

MELANGKAH SENDIRI

Saat rasa tak lagi utuh, saling tak acuh, pergi lebih baik dari berdua tapi sendiri, luka hati.

Memanggilmu yang tak lagi ingin mendengar, membelai bayangmu yang berlari di dinding, mengejar orang lain, tak pantas ku pertahankan lagi, meski sedikit rindu masih ada di lekuk luka, genang merah seakan enggan menyerah.

Waktu berputar sejarah sepanjang langkah, sehirup embun dingin memadamkan hangatnya rindu di pucuk matahari pagi.

Kita pun luruh bagai debu yang tersapu, tak membekas, entah di mana ujung kisah, kita tak pernah bisa berakhir dengan indah.

0 comments:

Post a Comment